UNIK

Translate

BERPACARAN DENGAN ATASAN WANITA DI KANTOR

Sudah setengah tahun Yulianti Lawandra, 24, menjalin kasih dengan Steven Imoberdoff,23. Usia Yuli, panggilan akrabnya, yang lebih tua dengan pasangan prianya, ditambah kekasihnya yang merupakan warga negara Perancis, memang menjadi keunikan tersendiri bagi hubungan mereka.

Namun, bukan itu saja yang membuat relasi tersebut menarik. Keduanya menjalin hubungan sekantor, yakni sama - sama bekerja di satu perusahaan, di sebuah hotel berbintang di kawasan Jakarta Pusat.

Yuli lebih senior bekerja di kantornya jika dibandingkan dengan Steven. Saat ini Yuli menjabat front office supervisor, sedangkan pasangannya management trainee duty manager. Peraturan perusahaan jelas melarang sesama rekan kerja menikah. Jika itu terjadi, salah satu atau keduanya akan dikeluarkan atau dipindahkan. Namun perusahaan memperbolehkan jika hanya berpacaran sehingga hubungan mereka belum menjadi masalah.

Dalam kesehariannya, tuntutan pekerjaan membuat Yuli sering bertemu dengan Steven. Jabatan yang dipegang Yuli mengharuskan dirinya mengajar dan melatih beberapa anak buah termasuk Staven yang masih dalam pelatihan.

Di situlah Yuli menghadapi tantangan besar untuk bersikap profesional dan memisahkan perasaan pribadi dengan pekerjaan, dari harus siap memberi teguran saat salah, ketidaksepahaman, hingga serius dalam memberikan pengarahan tanpa memandang posisi ia sebagai kekasih.

"Terkadang kita sering meributkan masalah pekerjaan ketimbang hubungan kita. Bahkan hingga terbawa keluar kantor," ungkap Yuli. Pandangan dari rekan kantor lainnya yang menganggap ia memperlakukan Steven spesial juga kerap diterimanya. Padahal diakuinya, ia telah berupaya seoptimal mungkin menjaga profesionalitas dan menjaga kinerjanya.

Namun, Yuli mengaku memiliki hubungan dengan rekan sekantor tak selamanya membawa dampak buruk. Ia mengaku, jika dibandingkan dengan memiliki kekasih di luar kantor, hubungan yang ia jalani sekarang dengan intensitas bertemu yang lebih sering terbilang lebih harmonis. Pertengkaran soal pekerjaan sudah pasti ada, tetapi komunikasi dengan kekasih jadi lebih intens.

"Enaknya sekantor, banyak bahan pembicaraan, komunikasi lebih sering. Masalah pun bisa cepat dibicarakan. Jadwal kerja juga mudah disesuaikan sehingga kita bisa sering atur jadwal liburan bersama," kata dia.

Hal yang sama juga dirasakan Devi, 39. Sudah 10 tahun ia menjalani pernikahan bersama Santosa,43, teman sekantornya. Pada awal memutuskan untuk menikah, Devi sempat berencana mengundurkan diri, tetapi ditentang atasan karena posisinya yang berbeda divisi dengan kekasih dianggap tidak akan mengganggu kinerja dan melanggar peraturan kantor.

Lebih dari satu dekade menjalani pernikahan, Devi mengaku tidak mengalami banyak masalah. Pasalnya, ia dan suami sebisa mungkin tidak mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan dan bersikap profesional. Memiliki pasangan satu kantor bahkan membawa dampak yang lebih baik dalam hubungan, terutama dalam mengurus rumah dan anak - anak. Tak perlu lama berkomunikasi via telepon, jika butuh pembicaraan dadakan bisa cepat ditemui.

"Komunikasi jadi lebih mudah. Kita juga tidak ada rasa kecurigaan dengan pasangan karena mengetahui kegiatan masing - masing. Kita juga saling memotivasi dan mengingatkan kinerja masing - masing," ungkap ibu dua anak itu.

Meski begitu, ia mengaku terkadang sering menghadapi perlakuan teman - teman sekantornya yang sering mencampuradukkan posisinya di pekerjaan dan sebagai istri rekan sekantornya. Ia pun sebisa mungkin menjaga jarak dengan suami saat berada di sekitar kantor. Itu dianggap lebih profesional karena ia memperlakukan suami selayaknya rekan kerja saat melakukan kesalahan dan lainnya.

Sebagai contoh, ia jarang makan siang bersama suami saat di kantor. Jika pun bertemu di jam istirahat, itu mereka lakukan saat akan membicarakan urusan rumah atau anak - anak.

Sementara itu, Feby Syarifah,30, pernah dihadapkan dengan keputusan sulit saat hubungannya dengan Arie Satria, 34, sang kekasih yang kini menjadi suaminya, harus terbentur oleh peraturan kantor yang tidak memperbolehkan pernikahan dengan rekan sekantor. Alhasil, dua tahun lalu, Feby yang saat itu sedang dalam posisi nyaman dan karier yang cemerlang harus mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan.

Padahal, jurnalis di sebuah perusahaan surat kabar di Jawa Barat itu hendak disekolahkan perusahaannya ke Belanda. Keputusannya keluar dari perusahaan juga sempat ditentang atasannya. Sesama atasan divisi tempat ia dan Arie bernaung bahkan sempat bersitegang dengan saling mempertahankan keduanya.

Namun, demi kebaikan bersama, ia pun melakukan pengorbanan besar, yakni keluar dari pekerjaan. Keputusan itu diambilnya atas diskusi panjang bersama Arie.

"Padahal, secara logika kami berbeda divisi dan secara pekerjaan tidak berhubungan langsung. Namun semua sudah peraturan perusahaan. Jika saya dan calon suami kala itu diloloskan, akan menimbulkan kecemburuan. Jadi saya memutuskan untuk keluar," ungkap Feby.

Langkah itu diakui menimbulkan perang batin bagi dirinya yang saat itu begitu mencintai pekerjaannya. Ia lebih memilih memprioritaskan pekerjaan suaminya yang memang punya kewajiban mencari nafkah keluarga, terlebih posisinya terbilang bagus.

"Ini merupakan win - win solution. Saat dihadapkan pada kondisi seperti itu, harus ada yang mengalah. Kalau tidak, hubungan ini tidak akan baik dan bubar semuanya. Saya tidak pernah takut untuk keluar pekerjaan. Karena menikah adalah ibadah, rezeki akan datang dari mana saja," ungkap perempuan yang saat ini menjadi ibu dua balita itu.

Sumber:99ratiz.blogspot.com

GABUNG Halaman Facebook saya kokeykhia.blogspot.com ,dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini
www.facebook.com/kokeykhia

"WANITA INDONESIA GALAU KARENA TAK BERANI PUNYA PILIHAN"

dir="ltr" style="text-align:left">Moza Pramita dikenal sebagai salah satu penyiar, model, dan publisis yang berpengaruh di Jakarta, Indonesia. Kesibukan terbarunya sebagai publisis untuk pagelaran Matah Ati tak membuat dirinya melupakan aspek terpenting dalam kehidupan, yakni cinta, teman dan keluarga. Dalam sebuah bincang intim di kediamannya di bilangan Kuningan, Rabu (27/06/2012), ia pun berbagi sedikit banyak kiat menuju kebahagiaan.

Tentang Pertemanan
Pertemanan diakuinya penting untuk menjalani kehidupan yang begitu berat dengan segala tantangannya. Baginya, teman sejati itu yang mau memberitahukan apa yang salah dari diri kita tanpa bermaksud iri dan murni karena rasa sayang. "Misalnya nih, kita pakai baju jelek, lalu teman akan bilang, 'duh jelek amat sih pakai baju itu', karena memang baju itu jelek dan enggak cocok buat kita. Kalau teman yang basa-basi mungkin akan membiarkan kita pakai baju tersebut dan memuji bagus, padahal seharian kita tampil jelek dan enggak cocok," ujarnya.

Untuk urusan teman, memilih teman itu penting. "Ada orang-orang yang frekuensi ngobrolnya enggak bisa masuk ke kita dan engga perlu dipaksain. Biasanya kalu begitu aku langsung mundur. Akan ada pintu lain untuk pertemanan yang cocok buat kita. Orang yang juga suka menjatuhkan keluarga atau teman sendiri dari obrolan saja sudah ketahuan kalau dia tidak baik untuk dijadikan teman, karena akan membawa pengaruh jeleknya ke kita," jelasnya.

Tentang Cinta
Saat ditanyakan Wolipop, mengapa di era yang begitu modern ini, banyak sekali wanita yang kesepian namun telah memiliki karir yang bagus dan secara fisik ia menarik? Moza sederhana menjawab bahwa wanita saat ini takut untuk mempunyai pilihan.

"Bukan ngajarin bandel ya, tapi you have to have choices. Koq bisa sih bilang kalau kamu wanita modern tapi membatasi diri hanya untuk satu pilihan? Lihat enam bulan hubungan, kalau memang enggak ada perkembangan, harus branching. Harus berani punya pilihan jangan cuma satu," ujarnya tanpa bermaksud untuk mengajarkan tidak setia.

Ia menegaskan bahwa diri kita begitu berharga, dan jangan pernah membatasi diri untuk satu pria jika memang kepastian komitmen tidak jelas. Ia juga tidak menutup ide akan multiple-dating (kencan lebih dari satu), untuk melihat kualitas pria terbaik yang sesuai dengan diri masing-masing. Jika memang tidak ada pria yang tertarik, harus berani untuk berkaca.

"Kalau memang enggak ada yang mau sama kita, harus berkaca, apa kita terlalu bawel, cerewet, suka ngatur-ngatur, terlalu banyak nanyain kabar. Itu pasti bikin lelaki ill-feel," ujarnya. Sebagai wanita, pria memang dibutuhkan sebagai imam, namun wanita harus berani untuk memiliki pilihan untuk mencari imam yang benar.

Tentang Keluarga & Pernikahan
Ibu dari Malik (8) dan Akma (6) ini memiliki trik tersendiri dalam mengurus buah hatinya. Ia menekankan jangan pernah berkoar-koar akan kelebihan anak di depan orang lain. Melakukannya secara personal dengan cara memuji anak sewajarnya akan menjadi vitamin bagi pertumbuhan emosional mereka. Kesibukannya yang padat juga tak memungkinkan untuk selalu menemani anak-anaknya, namun ia ciukup memastikan apa yang sedang mereka lakukan tiap saat.

Peranannya sebagai ibu juga tak terlepas dari dukungan suaminya, Panya Siregar yang menikahi dirinya, 19 September 1999 lalu. Suaminya diakui tidak pernah membatasi diri sehingga otomatis membuatnya tahu diri tanpa perlu diminta atau disuruh. "Harus bisa menghargai pasangan dan respek akan komitmen, yakni keluarga. Jangan sampai ada cinta lalu didiamkan saja karena sudah jadi suami. Harus pupuk terus dan enggak boleh jadiin kesibukan atau anak sebagai alasan cinta jadi berkurang. Seharusnya makin lama waktu berjalan, cinta itu makin kuat dan kokoh," ujarnya berpesan.


Sumber:99ratiz.blogspot.com 

TERNYATA WANITA LEBIH SUKA ML TANPA KONDOM


Kajian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari The Kinsey Institute di Indiana menegaskan, seks yang dipaksakan cenderung menurunkan kepuasan terhadap kondom. Dalam sebuah kuisioner terhadap para wanita, peneliti menanyakan jenis kontrasepsi apa yang mereka pakai, dan bagaimana metode kontrasepsi tersebut berdampak bagi kesenangan seks mereka. Hasilnya, kondom disalahkan sebagai penyebab kurang bersemangatnya wanita selama jalannya permainan.

Di samping dari kesenangan terhadap momen seks, para peneliti juga bertanya tentang kepuasan seksual secara keseluruhan. Kepuasan seksual adalah kombinasi antara penghargaan diri secara seksual dan pemenuhan hubungan seksual.

Hasilnya, wanita yang menggunakan kondom dan kontrasepsi hormonal dilaporkan menempati tingkat tertinggi kepusaan seksnya. Ini artinya, sebaiknya pihak wanita yang menggunakan kondom. “Jika wanita berpikir bahwa kondom merusak kepuasan seksualnya, mereka akan kurang bergairah untuk mencapai puncak pendakian,” kata Stephanie Sanders, associate director The Kinsey Institute.
 
Sumber:99ratiz.blogspot.com 

OLAHRAGA TERBAIK UNTUK ATASI FLU

Flu menjadi ancaman menyiksa di tengah pergantian musim sekarang ini. Yang Anda perlukan adalah tindakan pencegahan. Lakukan olahraga sederhana untuk memperkuat daya tubuh.

Sebuah penelitian menunjukkan, melakukan raga seperti jogging, bersepeda, atau berenang, minimal 20 menit setiap hari efektif meningkatkan kekebalan tubuh untuk menangkal serangan virus influenza.

Olahraga bermanfaat meningkatkan pergerakan sel darah putih yang berperan melawan serangan virus di dalam tubuh. "Olahraga adalah senjata paling ampuh untuk mencegah sakit," kata David Nieman, profesor bidang kesehatan dari Appalachian State University, seperti dikutip Health.

Nieman memperkuat argumennya melalui sebuah penelitian terhadap sekitar 1.000 partisipan selama 12 pekan. Tim peneliti merekam aktivitas dan kondisi kesehatan partisipan selama pergantian musim dingin ke musim gugur pada 2008.

Ketika flu sudah menyerang, olahraga tetap bisa dilakukan. Hanya, perlu memperhatikan asupan obat. Sejumlah obat flu semacam decongestant membuat kerja jantung meningkat. Jadi, tetap lakukan olahraga tanpa berlebihan agar jantung tak bekerja terlampau keras.

Sumber:99ratiz.blogspot.com 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...