UNIK

Translate

Gadis Ini Buat Rok Mini & Legging Dari Kondom Bekas Pakai

Jepang memang surganya segala keanehan dan keunikan yang tidak pernah terpikirkan. Dasarnya mereka memang bangsa penemu, jadi tidak heran kalau mereka selalu menjadi pelopor dalam penemuan yang mungkin menjadi trend.

Nah, setelah tren busana ala Harajuku dan pantyface (fenomena celana dalam dipakaikan di kepala), kini muncul kehebohan karena seorang gadis Jepang memamrkan aksinya di laman jejaring sosialnya. Tidak tanggung-tanggung, dia menciptakan legging dan rok mini dari kondom bekas pakai.

Rok mini dsari kondom bekas pakai

Legging dari kondom bekas pakai

Sungguh suatu kontroversi yang membuatnya menjadi perbincangan ramai di forum-forum internet di Jepang dan China. Benar-benar bodoh.
(dari berbagai sumber)

http://www.memobee.com/

Raffi Ahmad - Yuni Shara Juga Siap Perkarakan 'Transkrip' SMS tentang Raffi Ahmad -

Yuni Shara 080313gai 4
Yuni Shara dan Raffi Ahmad 

Setelah Polres Malang Kota mengancam akan mengambil langkah hukum terkait beredarnya selebaran transkrip SMS yang diduga antara Yuni Shara dengan Kapolres Malang Kota, Teddi Minahasa, Yuni Shara juga ternyata siap memperkarakan hal yang sama.

Menurut pengacara Yuni, Minola Sebayang, pihaknya juga mempunyai keinginan akan memperkarakan hal tersebut ke Mabes Polri. Minola mengatakan, selebaran tersebut sudah secara otomatis memojokkan kliennya.

Padahal selebaran transkrip SMS tersebut menurutnya belum tentu benar adanya. "Siapapun bisa melakukan rekayasa semacam itu. Kenapa nggak berani muncul di sidang tersebut? Ini kan tiba-tiba ada selebaran itu?," kata Minola kepada detikHOT, Kamis (7/3/2013).

Minola pun mengibaratkan perbuatan orang yang menyebarkan transkrip tersebut tak ubah orang yang hanya ingin membuang sampah karena tidak berani menampakkan diri.

"Udah kayak seperti buang sampah. Nggak bedalah sama orang buang angin. Nggak gentleman," tudingnya.

Ditambahkan Minola, ia sepakat dengan penuturan BNN soal penangkapan Raffi Ahmad. Menurutnya, BNN memang tak mungkin sembarangan dalam menentukan target operasinya.

"BNN nggak mungkin sembarangan, lagi pula apa yang salah dari Yuni? Kalau pun memang benar Yuni melaporkan pun itu apa salahnya? Nggak ada salahnya," tandas Minola.

Selebaran itu pertama kali muncul di sidang praperadilan Raffi Ahmad di PN Jakarta Timur. Selain percakapan dua orang yang diduga Yuni dan Kapolres Malang Kota, Teddi terkait laporan Raffi, nomor ponsel sang perwira polisi juga tercantum dalam selebaran itu.

Namun hingga kini tak jelas siapa orang yang menyebarkan selabaran transkrip tersebut. 


gossipartisindonesia.blogspot.com

Anak Umur 11 Tahun Lulus Kuliah IPK 4,0






 Moshe Kai Cavalin membuat semua orang terkagum-kagum. Bocah berusia 11 tahun itu lulus kuliah dari East Los Angeles College, Jumat (5/6) dengan IPK sempurna 4,0.



 Kendati demikian Moshe enggan disebut jenius. “Saya menganggap diriku anak biasa yang belajar keras dan melakukan yang terbaik,” kata putra seorang ibu Taiwan dan ayah Israel tersebut kepada MSNBC, Sabtu (6/6).

 Ketika Moshe mulai kuliah di usia 8 tahun, dia adalah siswa termuda di kelasnya. Namun, dia mampu memberikan les privat kepada teman-teman sekelasnya yang berusia 19 hingga 20 tahun dalam mata pelajaran matematika dan fisika.

 Bocah itu juga mahir seni beladiri. Ia memenangkan sejumlah kejuaraan seni berperang. Tokoh idolanya adalah Albert Einstein dan Bruce Lee. Selanjutnya ia ingin belajar menyelam, menuluis buku tentang anak-anak dan kiat sukses di sekolah. Moshe mengaku tidak tertarik dengan video game karena permainan itu dianggap tidak memberi keuntungan bagi umat manusia.

 Ibu Moshe, Sandy Chien, mengatakan putranya menunjukkan bakat luar biasa di usia dua tahun. Dia belajar sangat cepat dan suka menonton TV dan membaca buku anak-anak. Chien yang lulusan master administrasi bisnis kemudian memutuskan keluar dari pekerjaan untuk mengajar anaknya sendiri.


“Saya mencoba mensekolahkan anak saya ke sekolah dasar, tetapi dia belajar terlalu cepat dan dia sering tidak menemukan apa-apa untuk dikerjakan di kelas. Saya kemudian memutuskan mengajarinya di rumah,” kata Chien.

 Moshe mulai belajar piano pada usia empat tahun, dan kemudian belajar kung fu. Pada usia tujuh tahun, Moshe menyelesaikan SMP dan SMA di rumah. Chien selanjutnya mendaftarkan Moshe ke East Los Angeles Community College, tetapi ditolak karena dia dianggap terlalu kecil.

 Pada usia delapan tahun, Moshe mendaftar lagi dan diterima setelah lulus ujian masuk. Awalnya dia hanya boleh mengikuti dua kelas yakni matematika dan fisika. Namun, setelah Moshe selalu mendapatkan nilai A plus, ia diperbolehkan mengikuti kelas lain. 
SUMBER

Pengunjung Boleh Tak Berbusana di Museum Serba Telanjang Ini



Boleh tak berbusana di museum ini. Tanggalkan baju, celana, dan pakaian dalam, tapi tetap memakai sepatu beserta kaos kakinya. Begitu aturan main di Museum Leopold, Vienna, Austria dalam ajang pameran 'Nude Man from 1.800 to Today'.

Para pengunjung kebanyakan datang setelah jam pulang kerja. Meski tubuh kedinginan di dalam museum, tapi justru ketelanjangan itu yang diinginkan sebagian besar mereka.

Seperti di hari itu, sekitar 60 pecinta seni bersama-sama menyambangi museum, untuk melihat hampir 600 lukisan dan patung bertemakan ketelanjangan, yang menggambarkan manusia tanpa pakaian. Baik benda seni yang dipamerkan maupun yang menyaksikannya serba telanjang.

“Saking dinginnya, saya tak berkeringat sama sekali. Tapi saya sangat tertarik dengan konsep ini, lain daripada yang lain ,” kata seorang pengunjung, Herbert Korvas, sambil tersenyum di ruang tengah museum, seperti dilansir Huffington Post, Rabu (20/2/2013).

Senada dengan Herbert, seorang pengunjung lain, Florian Kahlenberg yang berasal dari Munich Jerman mengaku tertarik untuk berjalan-jalan telanjang bulat di museum. "Dari dulu saya memang selalu ingin melakukannya," ujarnya.

Setelah berkumpul, para pengunjung berjalan bersama melihat-lihat lukisan, sambil mengikuti arahan pemandu. Beberapa terlihat asyik melihat karya seni tersebut.

Para pengunjung telanjang pun nampak cuek dan santai saat wartawan dan fotografer membuntuti mereka. Cahaya jepretan kamera tak membuat mereka merasa terganggu.

Juru bicara museum, Klaus Pokorny menuturkan, sejatinya para pengunjung yang menginginkan hal ini. "Sebelumnya dilarang menanggalkan baju saat ke museum ini,”ungkapnya.

Pernah terjadi pada awal November 2012 lalu, kata Klaus, seorang pria melepaskan pakaiannya. Padahal itu dilarang. Ia pun langsung diminta petugas keamanan untuk memakai baju.

"Namun kami mendapat permintaan dari seluruh dunia dari orang-orang yang terinspirasi oleh pameran ini, yang meminta kami, untuk mengizinkan pengunjung menikmati pameran ini dalam kondisi telanjang," sambungnya.

Dengan mengusung konsep ketelanjangan, pameran kali ini dinyatakan sebagai yang tersukses yang pernah digelar di Mus
eum Leopold. Sebab jumlah pengunjung jauh lebih banyak dari sebelumnya. Lebih dari 100 ribu orang telah datang untuk merasakan sensasi telanjang di hadapan karya seni telanjang.

Akan tetapi, penyelenggara museum ini pernah dihujam protes oleh masyarakat sekitar. Bukan karena lukisan dan patung telanjang yang dipamerkan, melainkan poster 3 pria telanjang yang dipasang di berbagai penjuru kota untuk mempromosikan acara ini.

Warga setempat mengeluhkan pemandangan yang dianggap tak senonoh, karena 3 atlet pria berfoto tanpa selembar benangpun, hanya berkaus kaki warna biru, putih, dan merah serta bersepatu bola.


http://www.ingaterus.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...