UNIK

Translate

Unik,, Hotel Ini Dibangun Dari Hasil Pipa Daur Ulang


detail berita
Sebelumnya , pernah menampilkan artikel mengenai hotel unik yang dibangun dengan menggunakan garam batu. Nah, kali ini , akan kembali menampilkan sebuah hotel unik lainnya yang mempunyai bentuk seperti tabung. Dirancang oleh t3arc, Tubo Hotel ini dibangun dari pipa yang didaur ulang dan dapat menampung dua orang dilengkapi dengan tempat tidur ukuran queen size.

Selain bentuknya yang unik. Hotel ini juga akan memanjakan anda dengan panorama alam Sierra del Tepozteco, di Meksiko. Tujuan dari pembangunan hotel ini adalah bagaimana membangun secara tempo singkat dengan dana yang sangat terjangkau. Yuk, kita lihat di bawah ini seperti apa sih bangunan hotel berbentuk tabung ini :








GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

OMG,, Wanita Ini Menghabiskan Waktunya Dengan Patung Adonis



detail berita











GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Di Balik Arti "Alhamdulillah" ?


Pasti teman-teman sering mendengar ucapan Alhamdulillah kan.

Nah, Apa artinya ?
Ya, Benar. Artinya, Segala Puji Bagi Allah.
Ucapan ini sering kita ucapkan ketika mendapat nikmat dari Allah.
Dan merupakan tanda syukur kita padaNya.
Tapi, bukan itu yang ingin saya bahas dalam tulisan ini.
Yang menjadi permasalahannya adalah...
Apakah ucapan ini hanya sebatas ungkapan rasa syukur ?
Coba sejenak kita tanyakan kepada diri kita sendiri.
Setiap kali kita mendapat pujian atau ucapan selamat dari teman-teman kita,
Kita mengucapkan "Alhamdulillah", sambil merasa BANGGA dengan pujian itu.
Kita lupa akan arti hamdalah yang sebenarnya.
Ucapan "Alhamdulillah" ialah mengembalikan segala pujian hanya kepada Allah,
Dan menetralisir perasaan bangga ataupun sombong yang dalam hati kita.
Seharusnya kita merasa malu ketika kita dipuji.
Mengapa ???
Karena pujian bukan milik kita.
Sesunguhnya pujian itu ialah milik Allah Yang Maha Terpuji

Ampuni kami Ya Allah...Sungguh kami adalah hamba yang lemah.
Yang tak luput dari salah & lalai.
Bantu kami dalam bersyukur kepadaMu,
Bantu kami dalam mengingatMu,
Bantu kami dalam beribadah kepadaMu.
Alhamdulillahi Rabbil'alamiin (Segala puji hanya milik Allah Tuhan Semesta Alam).

GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Inilah Asal Kata Shalat Jadi Sembayang


Inilah Asal Kata Shalat Jadi Sembayang [ www.BlogApaAja.com ]
Ketika Maharaja Purnawarman (raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M)), berhasil dalam upaya penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km), ia mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

Apa yang dilakukan Maharaja Purnawarman, sangat mirip dengan Ritual Qurban yang dilakukan Penganut Millah Ibrahim. Peristiwa ini memunculkan pendapat, kerajaan Tarumanegara sejatinya adalah penganut Braham (ajaran monotheime peninggalan Nabi Ibrahim), dan bukan penganut agama Hindu, yang jelas-jelas sangat menentang pengorbanan dengan hewan sapi ( Republika).

Hal ini sebagaimana tertulis pada buku Fa Xian, Catatan Mengenai Negeri-negeri Budha (PT Ilmu Buana Populer, Jakarta 2005), di halaman 15 : Didalamnya berisikan catatan Fa Xian/Fa Shien sepulang dari India di era tahun ke-7 Kaisar Xiyi (411M). Pada persinggahannya selama 5 bulan itu ia menulis... "Kami tiba di sebuah negeri bernama Yapoti (Jawa dan atau Sumatera) di negeri itu Agama Braham sangat berkembang, sedangkan Buddha tidak seberapa pengaruhnya."

Monotheime Masyarakat SundaDalam konsepsi teologis orang Sunda pra Hindu, hyang (sanghyang, sangiang) adalah Sang Pencipta (Sanghyang Keresa) dan Yang Esa (Batara Tunggal) yang menguasai segala macam kekuatan, kekuatan baik ataupun kekuatan jahat yang dapat mempengaruhi roh-roh halus yang sering menetap di hutan, di sungai, di pohon, di batu atau di tempat-tempat lainnya.


Hyang mengusai seluruh roh-roh tersebut dan mengendalikan seluruh kekuatan alam. Pada masa masuknya pengaruh Hindu, konsep ke-esa-an hyang terpelihara karena semua dewa tunduk dan takluk pada hyang ini, kekuatannya dianggap melebihi dewa-dewa yang datang kemudian. Dengan kata lain, orang-orang Sunda pra Hindu-Budha sudah menganut faham monoteistis dimana hyang dihayati sebagai maha pencipta dan penguasa tunggal di alam.

Konsep Monotheisme, juga tergambar di dalam hirarki kepatuhan pada Naskah Siksakandang Karesian, yang berisi Pasaprebakti (Sepuluh Tingkat Kesetiaan), yang isinya sebagai berikut : "Anak satia babakti ka bapa; pamajikan satia babakti ka salaki; kawala satia babakti ka dunungan; somah satia babakti ka wado; wado satia babakti ka mantri; mantri satia babakti kanu manganan (komandan); nu nanganan satia babakti ka mangkubumi; mangkubumi satia babakti ka raja; raja satia babakti ka dewata; dewata satia babakti ka hyang."

Konsepsi ini sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Islam, yaitu Allah, sebagai Dzat Maha Pencipta. Dan ketika muncul proses Islamisasi di Nusantara. Istilah sembahyang pun lahir dari tradisi ritus menyembahHyang (Yang Tunggal), sama dengan shalat menyembah Allah Yang Maha Esa di dalam Islam.


sumber-situs-unik.blogspot.com

GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...