
WowKeren.com - Seniman London, Boyarde Messeger,
punya cara unik mengungkapkan kecantikan fisik wanita menjadi karya seni
dengan teknik body painting. Bukan sekedar melukis portrait, Boyarde
justru menggunakan tubuh dan terutama pantat milik wanita sebagai
"kanvas" lukisannya.
Seniman berusia 32 tahun ini melukis pantat wanita dengan motif yang
colorfull. Ia kemudian menggabungkannya dengan backdrop yang juga
dilukis sesuai konsep comic strips di pantat wanita yang menjadi
modelnya.
"Karyaku menampilkan image yang familiar yang berkaitan dengan
kewanitaan seperti di masa 'golden age' Hollywood dan juga novel
thriller 'Pulp Fiction'," ujar Boyarde. "Aku melukis di tubuh mereka
(model wanita) dan kemudian mengecat sebuah backdrop agar serasi."
"Aku kemudian memotret mereka di depan backdrop. Satu-satunya saat aku
menggunakan software Photoshop yakni hanya untuk menaikkan kontras dan
mengubah warna asli menjadi karya ala Andy Warhol," lanjut Boyarde.
"Orang-orang menyukai karya itu dan terkejut ketika akhirnya menyadari
kalau itu benar-benar tubuh asli seorang wanita dan aku melukis langsung
di tubuhnya."
Read more: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00035302.html#ixzz2TdHnefVm
Major Minor (Foto: British Council)
PERKEMBANGAN industri fashion di Tanah Air memang terbukti cukup signifikan. Tentu saja hal ini berbanding terbalik dengan negara tetangga, Singapura.
Meski lebih maju dan kerap kali disebut sebagai surga belanja, rupanya penduduk di negeri Singa itu masih kalah stylish dibanding Indonesia. Hal ini pun diakui oleh desainer Ari Seputra.
"Singapura itu the worst stylish in the world. karena mereka tidak stylish sama sekali. Pakaiannya very casual, enggak ada orang bergaya,"ujarnya saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, belum lama ini.
"Berbeda dengan kita yang kalau berpakaian sangat gaya, berusaha untuk tampil menarik," imbuhnya.
Ari sendiri memang mengikuti perkembangan fashion di Singapura. Apalagi karya busananya juga dipasarkan di sana.
"Koleksi yang di sana memang regular karena lebih pemilih. Mereka juga lebih sensitif fabric, price sama styling. Lalu juga yang ditanya pertama bagaimana cara mencucinya, karena mereka tidak suka repot," tutupnya. (ind)
lifestyle.okezone.com
Liputan6.com, Harare : Seorang pria yang
berasal dari Afrika dan berusia 36 tahun, akhirnya dipenjara setelah
ketahuan memerkosa anak gadisnya yang berusia 14 tahun.
Jaksa
mengatakan, pada saat gadis itu diperkosa, si anak tidak bisa berbuat
apa-apa. Sedangkan kakaknya yang melihat perlakuan keji ayahnya hanya
diam saja. Sedangkan pada saat dirinya mengadu kepada sang ibu, si ibu
tiri hanya berujar, "Itu wajar terjadi dalam hidup".
Yang lebih
membuat miris, ternyata pria tersebut telah menulari putrinya dengan
infeksi menular seksual (IMS). Atas perbuatan kejinya pria itu harus
menghabiskan hari-harinya dipenjara selama 20 tahun.
Kasus ini
sendiri terkuak, setelah bibi dari anak tersebut melihat ada keganjilan
yang terjadi pada keponakannya tersebut, dan mengetahui bahwa anak
tersebut menderita kutil di sekitar kemaluannya.
Seperti dilansir MyZimbabwe,
Kamis (16/5/2013) pria asal Marlorough, Afrika, memerkosa anaknya
tersebut sebanyak dua kali. Yang lebih membuat miris, semua perlakuan
keji pria tersebut dua-duanya diketahui oleh anak dan istri keduanya.
Hanya saja, keduanya memilih bungkam.
Fakta yang ada
mengungkapkan, sekitar bulan Februari 2013, gadis tersebut tidur di
lantai bersama kakaknya, sementara sang ayah berada di tempat tidur
dengan istrinya. Sang ayah kemudian pindah dari tempat tidur, dan
memerkosa gadis itu sekali.
Pada bulan Maret, sang ayah kembali
melakukan hal keji tersebut. Dia memaksa anak gadisnya untuk membuka
pakaiannya. Pria itu juga membentak anaknya yang lain untuk segera
tidur. Dia juga mengancam, kepada anaknya tersebut, apabila mengadu
kepada orang lain, maka semuanya akan di bunuh.
Kini selain penyakit fisik berupa sakit kelamin, si anak juga mengalami sakit mental dan trauma yang mendalam.
health.liputan6.com
Devils Marbles alias Batu Setan adalah salah satu tempat keramat bagi
suku Aborigin di Australia. Terletak dekat Kota Tenant Creek di Northern
Territory, wisatawan bisa berkunjung untuk merasakan aura spiritualnya.
Gambar
Devils Marbels banyak ditemukan di kartu pos, atau kalender yang jadi
suvenir saat Anda berkunjung ke Australia. Tampak batu-batu bundar
raksasa tersebar di lanskap gersang yang luas. Tanahnya merah, mirip
dengan Uluru atau Grand Canyon di AS.
Padahal, Devils Marbels
bukan sekadar formasi bebatuan bundar raksasa. Ini adalah salah satu
tempat yang dikeramatkan suku Aborigin setempat. Mereka menyebutnya
'Karlu Karlu'.
Dari situs Travel Outback Australia, Jumat
(17/5/2013), banyak cerita dan legenda yang melatarbelakangi munculnya
Devils Marbels. Ada yang menganggap Devils Marbels sebagai fosil telur
hewan purba. Tapi para ilmuwan menyangkalnya.
Lebih dari sejuta
tahun lalu, erosi batu pasir menyebabkan batu-batu granit berubah bentuk
menjadi bulat. Satu lahan yang sangat luas bagai dipenuhi kelereng
raksasa. Namun teriknya matahari dan gersangnya lahan membuat batu-batu
ini terbelah menjadi dua, meski ada pula batu yang masih berbentuk
bundar.
Ada beberapa batu yang diameternya mencapai 6 meter.
Beberapa batu lebih kecil berdiameter kurang dari 1 meter. Salah satu
batu terbesar dijadikan memorial untuk John Flynn, orang yang menemukan
wilayah sakral tersebut.
Meski dalam kartu pos hanya beberapa
batu yang tampak, nyatanya Devils Marbels tersebar di lahan luas. Sejak
2008 kawasan ini menjadi Devils Marbels Conservation Area, membentang
1.802 hektar. Kerennya, kawasan ini dikelola oleh orang suku Aborigin.
Devils
Marbels berlokasi di Stuart Highway, 105 Km dari kota terdekat yakni
Tennant Creek. Tak jarang wisatawan menyambangi kawasan ini, sekitar 1,5
jam perjalanan dari Tennant Creek. Tak perlu kuatir soal akomodasi, 12
Km dari Devils Marbels terdapat Wauchope yang punya penginapan bagi
wisatawan.
Devils Marbels Conservation Area juga punya tempat
untuk berkemah, barbeque, dan toilet umum. Anda juga bisa menyewa
caravan dan menginap di kawasan ini. Daya tarik spiritual yang besar
menjadikan Devils Marbels diminati turis dari berbagai belahan dunia.
travel.detik.com