UNIK

Translate

Foto Bonek Yang Naik Pesawat Heboh Di Internet


Pernah liat Bonek naik Truk/Bus? itu biasa...

Foto Bonek Yang Naik Pesawat Heboh Di Internet [ www.BlogApaAja.com ]

Kalo Naek Kereta api biasa juga

Foto Bonek Yang Naik Pesawat Heboh Di Internet [ www.BlogApaAja.com ]

Tapi Bagaimana Dengan Pesawat Terbang? pastinya sangat LUAR BIASA...
check this out...

Foto Bonek Yang Naik Pesawat Heboh Di Internet [ www.BlogApaAja.com ]


GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Bocah yg memiliki 31jari


GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

30 Juta penduduk China jadi 'manusia gua'


Di zaman modern seperti ini, mungkinkah manusia gua masih ada? Jawabannya ada. Buktinya, sekitar 30 juta penduduk China masih tinggal di dalam gua.
Seperti dilansir oleh The Los Angeles Times, jutaan penduduk China memutuskan untuk menggali bawah tanah dan mulai tinggal dalam gua. Meski begitu, di dalamnya, terdapat banyak fasilitas seperti rumah modern pada umumnya.
Tinggal di dalam gua menjadi pilihan sebagian masyarakat China karena mereka tak memerlukan bahan-bahan untuk membangunnya. Mereka hanya perlu menggali gunung atau bukit untuk membuat rumah.
Kebanyakan rumah gua ini terletak di propinsi Shanxi, wilayah yang terdiri atas tanah kuning yang mudah digali. Rumah gua yang disebut "Yaodong" ini memiliki pintu masuk berbentuk setengah lingkaran yang ditutupi dengan kertas nasi atau karpet yang digantung.

30 Juta penduduk China jadi 'manusia gua'

Kebanyakan yaodong tidak terlalu mewah, namun fasilitas modern seperti pipa air, listrik, dan telepon sudah tersedia bagi penduduk yang tinggal di sana. Meski tak bisa membeli peralatan rumah yang mewah, penduduk China yang tinggal di gua menikmati kealamian rumah mereka.
Berdasarkan laporan pada tahun 2007, sebagian besar penghuni Yaodong adalah orang tua dan manula. Kebanyakan anak muda pindah ke kota besar dan membangun rumah-rumah beton. Namun beberapa dari mereka mengaku ingin kembali dan menghabiskan masa tua di rumah gua tersebut.
"Ketika saya menjadi tua, saya ingin kembali ke akar saya," kata Ren Shouhua, salah satu 'manusia gua' yang telah pindah ke kota, seperti dilansir oleh Odditycentral (22/05).
"Hidup di sini nyaman dan mudah. Aku sudah tinggal di gua seumur hidupku, jadi aku tak bisa membayangkan sesuatu yang berbeda," ucap Ma Liangshui, 76 tahun, penghuni gua. Liangshui tinggal dalam sebuah gua yang memiliki satu kamar dengan tempat tidur, lubang api untuk memasak, dan listrik untuk menyalakan satu bola lampu.
Percaya atau tidak, rumah gua ini banyak diminati. Orang-orang berdatangan untuk menyewa rumah gua tersebut, namun tak ada yang ingin pindah. Satu rumah gua bisa dibeli dengan harga USD 46.000. Sementara untuk orang yang hanya ingin singgah, rumah gua ini disewakan seharga USD 30 per bulan.
Coba perhatikan bentuk-bentuk rumah gua di China, di bawah ini.
yaodong 1
©taikuncio
yaodong 2
©
 Tour Beijing
yaodong 3


GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Imam Masjid di singapura Dibayar 12 Dolar Sekali Shalat



Ternyata imam masjid di negara singapura mendapatkan keistimewaan, mereka mendapat 12 dolar untuk sekali mengimami sholat.. langsung cek saja beritanya..

SIAPA tak kenal Orchard Road? Inilah jalan raya yang menjadi ikon Singapura. Di kiri-kanan jalan sepanjang 2,2 km itu berdiri mal-mal besar dengan barang-barang luks serta hotel-hotel berbintang.

Merek-merek top dunia seperti Prada, Hermes, Rolex, Tommy Hilfiger, Louis Vuitton, Emporio Armani, dan sebagainya bertebaran di sepanjang jalan raya satu arah yang selalu gemerlap ini. Wanita-wanita muda dengan pakaian modis bahkan seksi berlalu lalang di jalan ini, khususnya setiap akhir pekan. Tentu saja ini menjadi tempat menarik untuk nongkrong. Banyak wisatawan Indonesia menghabiskan akhir pekan di jalan ini.



Namun di tengah gemerlapnya Orchard, ada satu masjid yang nyaman: Masjid Al Falah (Al Falah Mosque). Masjid ini seperti oasis di tengah padang kemewahan Orchard. Letak masjid dua lantai ini tidak berada di tepi Jalan Raya Orchard, tapi menempati lantai dasar gedung Somerset, Cairnhill Place, di Bideford Road No 15.

Letaknya di belakang Hotel Grand Park Orchard. Hanya sekitar 30 meter berjalan dari Jalan Raya Orchard yang ramai. Papan petunjuk menuju Al Falah Mosque sebenarnya ada di pertigaan Orchard Road-Bideford Road. Namun papan putih itu kurang menonjol sehingga sering tidak terlihat. Bagi turis Indonesia yang berbelanja di Orchard, para guide tour sering menunjukkan masjid ini sebagai tempat salat.

"Masjid ini ramai kalau shalat Dzuhur dan Ashar. Kalau akhir pekan juga ramai, banyak orang Indonesia salat di sini," kata Ustadz Muhamad Sahid (21) seusai memimpin salat Magrib, kepada sejumlah wartawan Indonesia yang diundang Telkomsel ke Singapura, akhir pekan lalu.

Ustadz Sahid adalah salah satu imam di masjid ini. Ia dibantu asistennya, Ustadz Muhamad Fauzi (25), dalam menjalankan tugasnya. Biasanya jika Sahid menjadi imam, Fauzi sebagai bilalnya. Jika Sahid berhalangan hadir, Fauzi menggantikannya sebagai imam salat. Baik Sahid maupun Fauzi adalah warga negara Singapura. Mereka orang Melayu yang lahir dan besar di negeri singa itu.

Menurut Sahid, jika waktu subuh, ada juga yang salat di masjid ini. Umumnya adalah petugas-petugas sekuriti yang bertugas di mal-mal di sekitar masjid.

Sedangkan pada saat salat Dzuhur dan Ashar banyak pekerja di kantor dan mal-mal sekitar Orchard salat di sana.

Ruang wudhu masjid ini tidak terlalu besar, tapi bersih. Di samping keran wudhu terletak sabun cair sehingga sebelum berwudhu kita bisa mencuci tangan dulu dengan sabun. Tersedia juga wastafel dan yang terpenting adalah keran air minum. Airnya dingin menyegarkan. Pengunjung yang haus tinggal memencet tombol di keran dan mendekatkan mulut ke keran maka air dingin segar pun keluar.

Bagi muslim Indonesia, tempat ini bisa jadi solusi untuk beristirahat sejenak, bahkan bisa melepas dahaga. Kita bisa mengisi ulang air minum dari keran tersebut jika membawa botol kosong. Bagi para backpacker, mengisi ulang air minum ini adalah strategi penghematan mengingat sebotol air mineral di Orchard mencapai 1 dolar (Rp 7.700), bahkan lebih.


Masjid Al Falah bukanlah sekadar masjid tempat singgah untuk mereka yang lelah berbelanja atau cuci mata di Orchard Road. Masjid ini memiliki banyak kegiatan, seperti kursus bahasa Arab, tajwid, baca Alquran, bimbingan haji-umrah, dan kursus persiapan pernikahan.

Jika hari Jumat, ada kuliah agama seusai salat Jumat. Kursus-kursus tersebut ada yang gratis dan ada juga yang berbayar.



Sebagai contoh, kursus tentang pernikahan yang akan digelar 29-30 September mendatang dikenakan tarif 130 dolar Singapura (Singapore Dolar/SGD) per orang. Ada ruang-ruang kelas dalam masjid dengan ukuran tidak terlalu besar untuk kursus tersebut. Pembimbingnya ustadz-ustadz dari luar, tapi tidak ada yang dari Indonesia. Sedangkan ustadz yang menjadi imam salat, ada tujuh orang yang bertugas secara bergilir dalam memimpin salat. Dari tujuh orang itu satu di antaranya adalah ketua imam, yaitu Ustadz Yusuf Abdulrahim.

Pergiliran tugasnya pada salat Subuh bertugas dua imam (satu imam, satu bilal), Dzuhur dan Ashar dua imam, lalu Isya dan Magrib dua imam. Pada salat Dzuhur dan Ashar biasanya ada ketua imam. Sahid, yang baru berusia 21 tahun, bertugas memimpin salat Magrib dan Isya pada malam Minggu itu. Sehari-harinya pada pukul 07.00-17.00 ia sebagai pengajar tahfiz Quran di Masjid Darul Iman di kawasan Geylang, Singapura.



Ustadz Sahid mendalami ilmu agama Islam di salah satu pesantren di Kelantan, Malaysia.

Dalam bertugas sebagai imam salat wajib, Ustadz Sahid dibayar 12 SGD untuk sekali salat pada saat weekday (Senin-Jumat). Sedangkan saat weekend (Sabtu-Minggu), ia menerima bayaran 15 SGD sekali salat. Jadi, jika ia bertugas jadi imam salat Magrib dan Isya saat malam minggu, ia bisa mengantungi 30 SGD (kurang lebih Rp 231.000).

Adapun bilal yang bertugas saat weekday dibayar 8 SGD sekali salat dan saat weekend 10 SGD sekali salat. Ustadz Fauzi, yang saat ditemui wartawan malam Minggu itu bertugas sebagai bilal Magrib dan Isya, akan menerima bayaran 20 SGD (sekitar Rp 154.000).

Menurut Sahid, pemerintah Singapura tidak terlalu mencampuri urusan agama di negeri ini. Ia mengaku menerima gaji dari manajemen masjid, sedangkan Majlis Ulama Islam Singapura (MUIS) memberikan bantuan operasional sebesar 12 persen dari dana yang dimiliki masjid tersebut. Di Singapura, menurutnya, ada 114 masjid dan pemeluk Islam makin bertambah.

"Banyak orang Tionghoa di Singapura sini yang mulai memeluk Islam. Mereka juga banyak belajar Islam di masjid ini," ujarnya.

Saat ini Singapura berpenduduk sekitar 5 juta jiwa dengan 75 persen warganya adalah keturunan Tionghoa. Agama Islam menjadi kedua yang terbesar setelah Buddha.

sumber:http://88-revolutionaryrebellion.blogspot.com/2012/09/imam-masjid-dibayar-12-dolar-sekali.html 

GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...