UNIK

Translate

Cewe ini ngeliat pasangan nya lagi selingkuh (miris liat nya gan) + PIC

ga kebayang deh rasanya klo ane ada di posisi Cewe ini 
ga pake basa-basi lagi gan nih PIC nye






GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Gue bangga sama Bang Fauzi Bowo! Sumpeh!

Gue sebagai warga DKI Jakarta mengucapkan banyak terima kasih kepada Bang Fauzi Bowo karena jasa-jasanya yang telah menambah SATU koridor busway selama 5 (LIMA) TAHUN beliau memimpin.

 

Mantan Gubernur Sutiyoso selama 10 tahun beliau memimpin bisa menambah 10 koridor busway, sementara Fauzi Bowo selama 5 (LIMA) tahun hanya menambah SATU koridor busway. Gue bisa memaklumi, mungkin Bang Fauzi Bowo sudah lelah di usia 64 tahun ini sehingga tidak bisa bergerak cepat layaknya anak muda, Gue bisa memaklumi itu.

Berkat Bang Fauzi Bowo bus TransJakarta tidak bertambah, seolah-olah selama 5 tahun Jakarta dibiarkan tidak memiliki gubernur. Terima kasih abang tidak menambah jumlah bus TransJakarta sehingga gue bisa menikmati bus peninggalan Sutiyoso dulu.

Oh ya, berkat abang juga Gue bisa membedakan mana BANJIR dan mana GENANGAN AIR, terima kasih abang yang AHLI bisa memberikan pengertian tersebut, gue bisa sedikit lebih pintar berkat penjelasan Abang sebagai Ahlinya Jakarta.



Berkat Bang Fauzi Bowo, Gue juga bisa ngelatih kesabaran saat berada di jalan. Jika saat terjebak macet di jalan, dalam hati pengguna jalan sangat ingin menampar muka abang, tetapi lebih baik bersabar saja karena sabar itu indah.



Berkat bang Fauzi Bowo, kota Jakarta sekarang dihiasi oleh tiang-tiang beton monorel sebagai monumen kegagalan kota. Sangat indah dipandang, terima kasih Bang Fauzi Bowo sudah membangun monumen kegagalan di tengah-tengah kota.



Terima kasih Bang Fauzi Bowo sudah membangun banyak mal di Jakarta sehingga membuat Jakarta semakin macet dan panas. Gue sangat membutuhkan lahan hijau dan taman tetapi sepertinya membangun mal lebih menguntungkan golongan tertentu, ya sudahlah gue ngalah saja.



Jasa-jasamu tak kan pernah dilupakan sepanjang hayat, akan selalu dikenang seantero DKI ini. Pak Fauzi Bowo, anda memang gubernur paling *piiiip* (sensor) sepanjang sejarah gubernur DKI.

Dukungan gue untuk Bang Foke menjadi MANTAN gubernur DKI Jakarta akan terus mengalir.

Gue juga mendoakan di usia ke-64 tahun Bang Foke pada tahun ini, semoga sukses dalam mengejar impian. Amin.

Terima kasih Bang Foke, kita semua akan selalu menyanjungmu atas jasa jasamu. Gue (dan rakyat mungkin) akan terus mendukung Bapak untuk menjadi MANTAN gubernur DKI Jakarta!


http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16392774

GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Misteri Danau Purba di Candi Borobudur

Dua gelar kini melekat pada Candi Borobudur, sebagai Warisan Dunia UNESCO dan Guinness World Records sebagai situs arkeologi candi Budha terbesar di dunia.

 

Terlepas dari kemegahan dan keindahan Borobudur, lengkap dengan relief yang penuh kisah dalam agama Budha, sejumlah misteri masih melingkupi candi ini.


Pada tahun 1814, atas jasa Gubernur Jenderal Britania Raya, Thomas Stamford Rafffles, candi yang selama berabad-abad terkubur di bawah gundukan tanah, menjadi serupa bukit penuh semak belukar dan ditumbuhi pohon, mulai jadi perhatian pemerintah kolonial. Raffles juga lah yang pertama kali menuliskan nama “Borobudur” dalam bukunya, History of Java. Tak jelas asal mula nama itu.

Borobudur yang misterius itu diakui oleh Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo.

Salah satunya, bagaimana cara Borobudur itu dibangun. Dari mana asal batu-batu besar material candi dan teknologi apa yang digunakan untuk mengangkat dan menyusunnya dengan presisi dan desain arsitektur yang mengagumkan.

“Apakah batu itu berasal dari Gunung Merapi, terus bagaimana membawanya dari Merapi menuju lokasi candi masih misteri,” kata Purnomo kepada VIVAnews, Kamis, 5 Juli 2012.

Tak hanya asal batu, di mana pembuat Borobudur mengukir dan memahat batu juga masih belum diketahui. Para arkeolog masih mencari dimana bengkel para seniman. “Mengukir dan memahat batu sedemikian besar ukurannya dan jumlahnya banyak, belum diketahui di mana tempatnya,” terang dia.

Letak Borobudur yang tak biasa, berada di atas bukit, dikelilingi dua pasang gunung kembar — Sindoro-Sumbing dan Merbabu-Merapi, sementara candi lain dibangun di tanah datar juga menjadi teka-teki yang belum terjawab.

Pada tahun 1931, seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp, mengajukan teori bahwa Daratan Kedu — lokasi Borobudur menurut legenda Jawa, dulunya adalah sebuah danau purba. Borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Ini sebuah hipotesa yang menjadi perdebatan hangat di kalangan para ilmuwan saat itu.

Van Bemmelen dalam bukunya “The Geology of Indonesia” menyebutkan bahwa piroklastika Merapi pada letusan besar tahun 1006 telah menutupi danau Borobudur menjadi kering dan sekaligus menutupi candi ini hingga lenyap dari sejarah.

Fakta geologi juga memberi dukungan pada pendapat itu. “Di sekitar candi terdapat sumur yang airnya asin. Tapi yang sumurnya asin tidak di semua daerah, hanya di titik tertentu,” tutur Purnomo soal dugaan Borobudur dibangun di tengah danau purba.

Dia menambahkan, pertanyaan itu juga yang menarik banyak ilmuwan asing berdatangan, untuk melakukan penelitian. “Banyak para ahli dari luar negeri seperti dari Jepang yang datang ke Candi Borobudur khusus untuk meneliti danau purba itu. Mereka biasa tinggal selama satu minggu hingga dua minggu,” kata dia.

Salah satu cara untuk mengungkap misteri danau purba itu dengan meneliti sungai-sungai yang berada di sekitar Borobudur, termasuk Sungai Progo dan Elo. Juga pada masyarakat yang tinggal di sekitar candi.

“Semua pertanyaan-pertanyaan itu masih tersimpan semua. Kita menunggu kajian dari arkeolog untuk mengungkap misteri itu,” ucap dia. 







GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Jangan Salahkan Bajuku, Salah Pemerkosa Punya Nafsu dan Burung!!

Demo bela rok mini yang dianggap sebagai pemicu pemerkosaan beberapa waktu lalu di benderan HI
Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan terhadap Perempuan menilai kasus kekerasan seksual pada wanita masih sangat tinggi. Tercatat,sepertiga ada 295.836 total kasus kekerasan terhadap perempuan adalah kasus kekerasan seksual. Artinya setiap hari ada 28 perempuan menjadi korban kekerasan seksual di Indonesia. Demo bela rok mini yang dianggap sebagai pemicu pemerkosaan beberapa waktu lalu di benderan HI Menurut Komnas Perempuan, berulangnya kasus-kasus kekerasan seksual dalam transportasi umum menunjukkan bahwa tidak ada jaminan rasa aman bagi perempuan. “Penanganan dua kasus terakhir merupakan petunjuk penting pada keseriusan aparat penegak hukum dan pejabat publik dalam menjalankan mandat konstitusi untuk perlindungan dan jaminan rasa aman bagi warga negaranya,” kata komisioner Komnas Perempuan Neng Dara Affiah dalam siaran pers, Minggu (25/9/2011). Puluhan perempuan itu mengenakan rok mini dan membawa poster bertuliskan “Jangan salahkan baju kami. Hukum si pemerkosa”. “My rok is my right” dan “Don’t tell us how to dress. Tell them not to rape”. “Jangan salahkan rok mini kami. Salahkan otaknya,” ujar salah seorang orator Ucapan orator itu ditimpali oleh beberapa perserta aksi. “Yang mini bukan rok kami tapi otak kalian,” teriak peserta demo di Bundaran HI . Kajian Komnas Perempuan mengenai kekerasan seksual menunjukkan, persoalan penanganan kasus kekerasan seksual bermuara pada belum tersedianya payung hukum yang memadai serta kapasitas penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. Faktor budaya juga turut memperumit penyelesaian kekerasan seksual. Budaya penyangkalan, menyalahkan korban, dan konsep aib akibat perempuan yang diperkosa dianggap tidak lagi suci, telah menjauhkan perempuan korban memperolah hak-haknya atas kebenaran, keadilan dan pemulihan. “Pernyataan yang menstigma perempuan korban memprovokasi kekerasan dengan busana yang ia kenakan, tidak saja telah menyakiti perempuan korban dan keluarganya untuk kesekian kalinya, serta semakin menyuburkan budaya yang menyulitkan penyelesaikan kasus kekerasan seksual, juga mengukuhkan diskriminasi terhadap perempuan,” imbuh Neng Dara. Demo aktifis perempuan, yang mengecam ulah pemerkosa Komnas Perempuan lalu mendesak para pihak yang bertanggung jawab atas berlangsungnya transportasi publik mengambil tindakan serius dan tepat dalam memperbaiki sistem guna menjamin rasa aman. “Serius dalam arti perbaikan harus dilakukan secara komprehensif dan sungguh-sungguh. Langkah kebijakan yang tepat juga diperlukan agar tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia dan berkontribusi pada pembentukan kondisi yang kondusif bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan,” ungkap komisioner Komnas Perempuan Andy Yentriyani. Komnas Perempuan mendukung usulan sistem identifikasi pengemudi perlu diadopsi dengan membentuk mekanisme sanksi pada pihak pengusaha yang tidak taat dalam memastikan terselenggaranya sistem tersebut. Perbaikan infrastuktur juga perlu meliputi tersedianya penerangan yang memadai di tempat tunggu dan jalan, patroli dan kesiapsiagaan petugas keamanan di titik-titik rawan, serta sarana transportasi yang memadai sehingga penumpang tidak perlu berdesak-desakan dan membuka peluang terjadinya pelecehan seksual. “Dalam kerangka memikirkan kebijakan yang tepat, kebijakan gerbong khusus misalnya harus segera ditinjau ulang. Memberikan rasa aman bagi perempuan perlu dilakukan tanpa membagi ruang publik antara laki-laki dan perempuan. Pembagian ruang publik ini justru akan mengukuhkan budaya menyalahkan korban kekerasan seksual,” ungkap Andy. Ia juga menyoroti pernyataan pihak kepolisian tentang kesulitan mereka untuk mencari jejak pelaku perkosaan yang justru dengan gampang ditemukan oleh korban. “Pernyataan ini justru meneguhkan prasangka dalam masyarakat tentang ketidakseriusan jajaran kepolisian atas upaya penegakan hukum,” tegasnya. Komnas Perempuan juga mendorong peran aktif media dalam membantu penyelesaian kasus-kasus kekerasan seksual. 
Demo aktifis perempuan, yang mengecam ulah pemerkosa
Hasil analisa Komnas Perempuan terhadap 8 media cetak sepanjang tahun 2010 menunjukkan 50 persen media telah memenuhi etika jurnalistik dan hak korban dalam pemberitaannya tentang kekerasan seksual terhadap perempuan. “Dengan pemenuhan etika jurnalistik dan hak korban, liputan aktif media atas peristiwa dan penanganan kasus sangat penting untuk membangun pemahaman publik tentang kekerasan seksual, dan mendorong aparat dan pejabat publik dalam menghadirkan jaminan perlindungan dan rasa aman di ruang publik serta dalam memenuhi hak-hak korban,” pungkas Andy.

sumber: http://www.ruanghati.com/2011/09/25/jangan-salahkan-bajuku-salah-pemerkosa-punya-nafsu-dan-burung/

GABUNG Halaman Facebook saya 
Info Menarik KKK Blogger's
Dengan mengklik Tombol SUKA dibawah ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...